IQNA

16:52 - August 05, 2017
Berita ID: 3471451
XINJIANG (IQNA) - Organisasi pendidikan di wilayah Hotan di propinsi otonom Xinjiang Cina mengumumkan larangan penggunaan bahasa muslim Uighur di sejumlah sekolah kawasan ini.

Menurut laporan IQNA yang dilansir dari harian The Independent, al-Shat Hasan, Ketua Lembaga Muslim Uighur mengatakan, pemerintah Hotan memberlakukan undang-undang Cina yaitu tidak mengindahkan penghormatan kepada minoritas.

"Kebijakan baru ini untuk menghilangkan bahasa tertua Turki (Bahasa muslim Uighur),” imbuhnya.

Hasan menambahkan, dengan dijalankannya kebijakan baru ini di jenjang sebelum SD, pamerintah Cina berencana meredupkan bahasa muslim Uighur di pelbagai titik.

Ia dengan menjelaskan bahwa kebijakan ini adalah sebuah genosida kebudayaan, mengungkapkan: Komunitas internasional tidak semestinya mengizinkan kepada pemerintah Cina untuk menghancurkan bahasa indah masyarakat Uighur yang memiliki kekunoan seribu tahun.

Menurut undang-undang 10 dan 37 konstitusi Cina, minoritas agama di negara ini memiliki hak menjaga bahasa dan tradisinya dan para pelajar mereka dimanapun berada dapat menggunakan buku-buku pelajaran dengan bahasa masing-masing dan bahasa mereka digunakan sebagai bahasa kedua pendidikan.

http://iqna.ir/fa/news/3626371

Kunci-kunci: Xinjiang ، Larangan ، Bahasa Muslim
Nama:
Email:
* Komentar Anda: