7:23 - September 30, 2017
Berita ID: 3471596
BANGLADESH (IQNA) - Bangladesh telah mengurangi batasan-batasan yang sampai sekarang telah dijalankan untuk kelompok pemberi bantuan di kamp para pengungsi Rohingya dan ingin mendapatkan 250 juta dolar bantuan dari bank dunia untuk memberikan bantuan darurat bagi para pengungsi muslim Myanmar.

Menurut laporan IQNA dilansir dari First Post, Bangladesh yang sudah bertahun-tahun menjadi tuan rumah para pengungsi Rohingya di kawasan-kawasan pusatnya dengan Myanmar, sebelumnya telah membatasi akses ke kamp-kamp Rohingya.

Sensitivitas Bangladesh akan masalah keamanan dan khawatir imigrasi besar-besaran muslim, telah membimbangkan kelompok-kelompok ekstrem untuk datang ke kawasan ini termasuk alasan pembatasan akses tersebut.

Kendati demikian, gelombang baru imigrasi besar-besaran para pengungsi Rohingnya, telah banyak menekan kamp-kamp yang ada, yang sebelumnya juga memiliki ribuan populasi.

Sekitar 6 juta mulsim Rohingya pada pekan lalu telah kabur dari Myanmar menuju Bangladesh. Jumlah para pengungsi dengan dimulainya babak baru kekerasan militer Myanmar yang terpaksa kabur meninggalkan Myanmar mencapai 480 ribu warga, dimana 60% dari mereka adalah anak-anak.

Pesat dan banyaknya para pengungsi muslim dari Myanmar telah memadatkan kondisi di sejumlah kamp negara miskin Bangladesh.

Para pengungsi muslim Rohingya kabur dari kekerasan, yang menyerupai genosida di Bosnia dan Rwanda.

Organisasi PBB dan lembaga-lembaga bantuan lainnya berupaya menyiapkan tempat dan makanan untuk para pengungsi dan mencegah penularan wabah penyakit.

http://iqna.ir/fa/news/3647034

Nama:
Email:
* Komentar Anda: