IQNA

18:05 - March 07, 2018
Berita ID: 3471991
DUBAI (IQNA) - Markas Alquran Mohammed bin Obaid telah mengadopsi metode edukasi baru untuk mengajarkan Alquran di Dubai, yang terdiri dari tujuh tahap.

Menurut laporan IQNA dilansir dari harian KTimes, untuk pertama kalinya di Dubai, metode inovatif untuk mengajarkan Alquran telah diadopsi, yang akan disajikan dalam tujuh tahap, sehingga memudahkan menghafal kalam wahyu Ilahi untuk para pelajar Alquran.

Program edukasi ini yang diimplementasikan untuk pertama kalinya di Uni Emirat Arab ini merupakan langkah awal untuk memperkuat dan publikasi hafalan Alquran di negara ini serta mempermudah pengajaran Alquran para pelajar yang bersemangat.

Nada Mohammed bin Obaid Al Falasi, Direktur Jenderal Markas Alquran Mohammed bin Obaid, mengenalkannya sebagai markas khusus untuk edukasi tilawah dan hafalan lengkap Alquran dan Ulumul Quran.

Menurutnya markas tersebut, yang baru saja dibuka, menawarkan visi yang jelas untuk mengajar para pelajar Alquran putra dan putri serta mendidik warga yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat dan negara, dan bekerja sesuai dengan standar ilmiah, perilaku, pendidikan dan etika terbaik.

Al Falasi mengatakan, program kerja dan sistem kelas markas ini, yang terdiri dari tujuh tingkat, disertai dengan program pendidikan yang tinggi, komprehensif dan kuat dan bertujuan untuk mengajar para pengajar Alquran yang sangat baik.

Dia menjelaskan bahwa pemohon di tingkat pertama menghafal dua juz terakhir dari Alquran (juz 29 dan 30) dalam suasana yang akrab. Demikian juga, sesuai dengan kurikulum tingkat ini, para pelajar Alquran mempelajari pengucapan sahih huruf-huruf Alquran dan mereka diajarkan tajwid dan seni tilawah sahih Alquran.

Para pelajar Alquran di tingkat kedua menghafal tiga juz Alquran dan mempelajari tajwid. Pada tingkat ketiga, mereka harus mempelajari lima juz Alquran dan juga menelaah buku tajwid Al-Jazariyyah. Demikian juga di tingkat keempat, mereka mempelajari lima juz Alquran dan menelaah "Syarh Al-Jazariyyah”.

Pada tingkat kelima, para pelajar Alquran menghafal lima juz Alquran dan belajar metode sahih wakaf dan ibtida. Pada tingkat keenam, lima juz Alquran harus dihafal dan para pelajar Alquran mempelajari "Kaligrafi Mushhaf". Pada tingkat ketujuh, mereka juga menghafal lima juz Alquran dan mengkaji ayat-ayat Alquran yang secara lahirah saling menyerupai.

Al Falasi mengatakan bahwa para pelajar Alquran di setiap tingkat harus tetap pada tingkat tersebut dan tidak dapat pergi ke tingkat yang lebih tinggi sampai menguasai dan menghafal isi setiap tingkat dengan baik.

Dia menambahkan, hal ini akan membantu menghafal dan membuat mereka menjadi pelajar Alquran yang layak. Demikian juga dengan cara ini, mereka juga akan terampil dalam seni tajwid, dan tidak lagi harus mengikuti kursus terpisah dalam hal ini, karena semua buku penting yang berkaitan dengan tajwid telah disertakan dalam kurikulum markas.

 

http://iqna.ir/fa/news/3696692

 

 

Kunci-kunci: Dubai ، Edukasi Alquran ، Markas Alquran ، IQNA
Nama:
Email:
* Komentar Anda: