IQNA

Rahbar dalam Pertemuan dengan Para Peserta MTQ:
18:06 - April 16, 2019
Berita ID: 3473052
IRAN (IQNA) - Ayatullah Khamenei, dalam sebuah pertemuannya dengan para peserta MTQ Internasional, menyebut bantuan dan pertolongan warga ke sejumlah daerah Golestan, Mazandaran, Ilam, Lorestan dan Khuzestan yang terlanda banjir sebagai gerakan pemuda di era pertahanan suci, dan menambahkan: “Ini adalah gerakan yang luar biasa dari warga yang kita saksikan hari ini, seperti spririt pengorbanan dan antusiasme kaum muda di tahun enam puluhan.”

Menurut laporan IQNA, dilansir dari situs Rahbar, acara penutupan MTQ Internasional ke-36 diselenggarakan Senin pagi di hadapan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam (Rahbar), dengan partisipasi para ustad terkemuka dan qari internasional, serta para peneliti Alquran dan tamu yang berpartisipasi dalam musabaqoh.

Dalam acara ini, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam mengatakan bahwa memahami Alquran dan pangamalannya sebagai sumber kesejahteraan manusia di dunia dan di Akhirat, dan dengan menekankan bahwa banyak masalah dan kesulitan umat dan kemanusiaan dikarenakan tidak mempraktikkan ajaran-ajaran Alquran, mengatakan: dengan anugerah dan karunia Allah, di Republik Islam, hari ini sambutan masyarakat, terutama kaum muda, dengan pengetahun-pengetahuan Alquran dan berpegang pada pengetahun-pengetahuan ini semakin meningkat setiap hari, dan berpegang dengan Alquran ini akan menjadi sumber kebahagiaan, kekuatan dan martabat sistem Islam.

Ayatullah Khamenei dengan mengapresiasi para staf penyelenggara MTQ internasional, menyebut tilawah Alquran dan harmonisasi dengannya sebagai pengantar pemahaman dan makrifah Alquran dan demikian juga, pendalaman spiritualitas dalam hati dan pikiran manusia, beliau juga menambahkan bahwa banyak penyimpangan, kesalahpahaman, keputusasaan, pengkhianatan, permusuhan dan tunduk pada taghut, dikarenakan jauh dari Alquran, spiritualitas dan pengetahuan yang bersumber darinya.

Dengan menekankan bahwa praktik Alquran adalah dasar dari martabat, kemakmuran, kemajuan, kekuatan, solidaritas, kehidupan manis di dunia dan penjamin kebahagiaan akhirat, beliau mengingatkan, "Sayangnya, sejumlah pemimpin negara-negara Muslim tidak mengamalkan Alquran. Mereka alih-alih أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ   (keras terhadap orang-orang kafir), tetapi justru menjadi pelayan dan mengikuti Amerika Serikat dan Zionis. Alih-alih رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ (berkasih sayang terhadap sesama mereka), tetapi justru mendasari konflik dan perang seperti perang di Suriah, Yaman dan pembunuhan terhadap umat Islam."

Menurut Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, kelaziman mengamalkan Alquran adalah pengingat Allah dan takwa dan dengan mengisyaratkan para syuhada sebagai manusia pada level kesalehan tertinggi, mengatakan: “Para syuhada kami telah memberikan banyak pelajaran kepada rakyat Iran, dimana contoh riilnya adalah fenomena tiada tara gerakan besar-besaran warga untuk membantu daerah-daerah banjir.”

Ayatullah Khamenei menyebut bantuan dan pertolongan warga ke sejumlah daerah Golestan, Mazandaran, Ilam, Lorestan dan Khuzestan yang terlanda banjir sebagai gerakan pemuda di era pertahanan suci, dan menambahkan: “Ini adalah gerakan yang luar biasa dari warga yang kita saksikan hari ini, seperti spirit pengorbanan dan antusiasme kaum muda di tahun enam puluhan.”

Menurut beliau, spirit ini sebagai hasil dari ajaran dan pelajaran Alquran dan dengan mengisyaratkan permusuhan dengan Republik Islam Iran, menekankan bahwa meskipun perselisihan dan volume serta intensitas itu melebihi sebelumnya, namun tindakan dan konspirasi ini, nafas terakhir permusuhan musuh-musuh terhadap Republik Islam.

Di penghujung, beliau menekankan, "Meskipun musuh meningkatkan tindakan permusuhan mereka terhadap rakyat Republik Islam Iran dan marah atas komitmen bangsa negara ini terhadap ajaran-ajaran al-Quran, namun sebaliknya, bangsa Iran akan lebih kuat dan meningkatkan kepatuhan mereka kepada al-Quran."

Sebelum Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Hujjatul Islam Khamushi, perwakilan dari Wali Faqih dan kepala Organisasi Wakaf dan Amal, mengatakan MTQ internsional ke tiga puluh enam, diselenggarakan dengan slogan Satu Kitab Satu Umat, yang bertujuan menciptakan suasana harmonis di kalangan umat Islam, penciptaan identitas Islam yang satu berdasarkan pada ajaran-ajaran Alquran dan penciptaan ruang pemersatu di antara negara-negara Muslim di kota-kota Teheran dan Qom.

Mengacu pada kegiatan yang dilakukan dalam musabaqoh, ia menambahkan: "Selama acara besar Alquran tahun ini, 329 ahli Alquran dari 67 negara dunia, termasuk kompetitor, juri, tamu istimewa dan sejumlah ustad dan aktivis Alquran, telah hadir.

Di awal kunjungan, sejumlah ustad dan pemenang MTQ Internasional mentilawah ayat-ayat suci Alquran al-Karim.

 

http://iqnanews.ru/fa/news/3803809

Nama:
Email:
* Komentar Anda: