IQNA

12:32 - July 07, 2019
Berita ID: 3473246
CHINA (IQNA) - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada akhir perjalanannya ke China, menganggap mungkin untuk menyelesaikan masalah minoritas Muslim negara tersebut.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Aljazeera, Erdogan setelah bertemu dengan presiden China, Xi Jinping, mengumumkan bahwa penyelesaian krisis Muslim Uighur di propinsi Xinjiang adalah hal yang mungkin, dengan mempertimbangkan sensitivitas kedua belah pihak.

Dia juga memperingatkan mereka yang ingin menggunakan ini untuk menciptakan ketegangan dalam hubungan antara kedua negara.

Di sisi lain, media China mengklaim Erdogan telah menyatakan bahwa etnis minoritas yang tinggal di Xinjiang tinggal dengan puas, sementara ia tidak mengatakan hal tersebut dalam wawancara dengan media Turki.

Menurut lembaga-lembaga internasional, satu juta minoritas Muslim China, yang sebagian besar adalah Uighur dan Kazakh, berada dalam kondisi yang buruk di tempat penahanan pemerintah China di provinsi Xinjiang.

China, di sisi lain, telah mengutuk sikap beberapa negara dalam menuduh Beijing telah mendirikan kamp kerja paksa untuk Muslim di daerah Xinjiang, dan menganggap tuduhan ini tidak benar.

 

http://iqna.ir/fa/news/3824554

Kunci-kunci: China ، Erdogan ، Penyelesaian ، Krisis Muslim
Nama:
Email:
* Komentar Anda: