IQNA

15:49 - July 09, 2019
Berita ID: 3473256
KANADA (IQNA) - Menteri Pendidikan provinsi Quebec mensyaratkan kemungkinan mengajar peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai dengan melepaskan kerudungnya.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu, Jean-Francois Roberge, Menteri Pendidikan propinsi Quebec Kanada mengatakan, jika Malala Yousafzai melepaskan kerudungnya maka dia bisa mengajar di propinsi ini.

Baru-baru ini di Quebec, sebuah undang-undang disahkan, yang menurutnya PPS, termasuk guru, perawat dan pengemudi yang berinteraksi dengan masyarakat, tidak boleh menggunakan simbol keagamaan selama pekerjaan mereka.

Pada hari Jumat, Roberge merilis foto dirinya berdiri di samping aktivis Muslim Pakistan ini, yang mengenakan kerudung, yang memicu banyak kritik di Quebec. Salim Nadim Volgi, seorang reporter dalam sebuah tweet bertanya kepada Roberge, bagaimanakah pendapat Anda tentang Yousafzai ingin menjadi pengajar di Quebec? "Ini akan menjadi kehormatan besar,"kata Roberge dalam menanggapi pertanyaan tersebut. Tetapi, seperti negara-negara bebas lainnya dan ahli toleransi di Quebec, seorang guru tidak dapat memakai simbol keagamaan saat menjalankan tugas mereka.

Roberge mengatakan pada bulan lalu: Guru harus mengindahkan hukum di sekolah, tetapi tidak ada rencana untuk mengirim inspektur ke sekolah dalam hal ini.

Asosiasi Kebebasan Warga Kanada dan Dewan Nasional Muslim Kanada telah memprotes larangan mengenakan kerudung di tempat kerja. Para oposisi percaya bahwa hukum itu menyasar wanita Muslim.

Malala Yousafzai, yang aktif di Pakistan untuk mengajar remaja putri, mengatakan dia selamat dari insiden teroris ketika Taliban menembaknya pada tahun 2012, dan sejak itu telah mendapatkan popularitas. Ia menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 2014.

 

http://iqna.ir/fa/news/3825304

Kunci-kunci: Kanada ، Hijabphobia ، Nobel Perdamaian
Nama:
Email:
* Komentar Anda: