IQNA

12:08 - July 10, 2019
Berita ID: 3473259
INGGRIS (IQNA) - Hasil sebuah riset baru di Inggris menunjukkan bahwa dalam sepertiga dari artikel yang diterbitkan di media negara itu, wajah Islam belum diidentifikasi dengan benar atau generalisasi tindakan beberapa individu Muslim untuk semua Muslim.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Huffington Post, sebuah studi yang dilakukan oleh CfMM di Inggris menunjukkan bahwa 59 persen laporan yang diterbitkan negara ini tentang Islam dan Muslim sampai akhir tahun lalu, telah menisbatkan perilaku-perilaku tidak pantas kepada umat Islam.

Studi yang dilakukan oleh CfMM ini telah menganalisis 11.000 artikel yang diterbitkan dan laporan yang ditayangkan antara Oktober - Desember 2018 di media nasional dan program-program berita televisi.

Menurut laporan tersebut, lebih dari sepertiga dari artikel ini telah menyajikan citra buruk Islam, atau generalisasi hal-hal tertentu untuk semua Muslim.

Rizwana Hamid, Direktur markas pengawasan sejumlah media Inggris mengatakan, temuan-temuan riset ini, yang dipresentasikan kepada Parlemen Inggris pada hari Selasa (9/7), menunjukkan bahwa tidak ada keraguan tentang Islamofhobia di media-media Inggris.

Mantan peneliti BBC dan reporter Times, Faisal Hanif, yang berkontribusi dalam riset ini, mengatakan gambaran umum Muslim di jaringan ini sangat ambigu dan menyesatkan dalam banyak kasus.

The Daily Mail menerbitkan artikel yang paling bias (37%) melawan Islam. Setelah itu, Christian Today, dengan 35%, dan The Spectator dengan 29% artikel yang bias. Misalnya, gambar seorang penjahat bernama "Khaled Massoud" berulang kali ditampilkan di samping Kakbah, yang menunjukkan bahwa umat Islam terkait dengan terorisme.

Dalam studi ini, menjadi jelas bahwa 37% dari konten religius dan sayap kanan jaringan berita Skywis tentang Islam adalah "sangat bias."

Dalam laporan itu disebutkan, dalam sejumlah serial juga disajikan citra keliru tentang Islam dan Muslim, termasuk serial TV Bodyguard yang meraih penghargaan. Dalam serial paling menonjol jaringan BBC selama dekade terakhir, karakter seorang perempuan Muslim berjilbab telah diperlihatkan sebagai sosok yang tertindas dan di bawah kekuasaan laki-laki.

Studi ini meneliti semua media utama Inggris, termasuk 31 situs web dan 5 jaringan televisi, dengan menggunakan 50 kata kunci.

Para peneliti berharap studi ini akan menjadi sumber berita bagi para jurnalis dan editor media, dan akan membantu mereka dalam akurasi dan keseimbangan dalam materi yang dipublikasikan.

Sebuah jajak pendapat yang dirilis kemarin oleh anggota Partai Konservatif Inggris menunjukkan bahwa 60% dari mereka percaya bahwa Islam adalah ancaman bagi peradaban Barat, dan hanya 17% dari mereka percaya bahwa Islam selaras dengan peradaban Barat. Studi-studi ini dilakukan pasca meningkatnya kekhawatiran tentang penyebaran Islamofhobia di Inggris.

 

http://iqna.ir/fa/news/3825657

Nama:
Email:
* Komentar Anda: