IQNA

12:31 - July 07, 2019
Berita ID: 3473247
INDONESIA (IQNA) - Acara Halal bi Halal diadakan dalam rangka menjalankan tradisi lama meminta kehalalan di antara masyarakat Indonesia sebelum hari-hari haji, atas prakarsa Jamiah al-Mustafa (saw) al-Alamiah di Indonesia.

Menurut laporan IQNA dari Indonesia, Dr. Mohammad Javad As’adi, kepala perwakilan Jamiah al-Mustafa al-Alamiah di Indonesia dalam acara Halal bi Halal menjelaskan, bahwa ada tradisi kuno di Indonesia bahwa, pada sebuah kesempatan di bulan Syawal dan sebelum haji, diadakan acara meminta kehalalan di semua kota di negara ini.

“Acara halal bi halal juga diadakan dalam rangka hal ini, dengan dihadiri sejumlah staf dan ustad perwakilan ini di ruang pertemuan STIFI Sadra, dan orang-orang yang hadir saling meminta maaf satu sama lainnya,” imbuhnya.

Dr. As’adi menegaskan: "Meminta kehalalan dilakukan dengan mengikuti perintah Allah swt, Nabi dan para Imam, dan telah ditekankan dalam banyak ayat Alquran dan hadis tentang masalah pengampunan dan memaafkan orang lain."

Menurutnya, Allah swt telah mengampuni semua manusia, dan dari sudut pandang ini, manusia juga harus saling memaafkan satu sama lain, karena melakukan hal itu bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

Dr. As’adi mengisyaratkan ayat 159 surah Ali Imran dan ayat 13 surah Al-Maidah, dan mengatakan: “Memaafkan adalah salah satu sifat menonjol Allah swt dan jika manusia dapat menciptakan sifat ini dalam dirinya, mereka akan menjadi manifestasi salah satu sifat Allah yang paling khas.”

Ketua Perwakilan Jamiah al-Mustafa al-Alamiah di Indonesia mengisyaratkan keramahan warga Indonesia, yang merupakan salah satu ciri utama yang dipaparkan dalam Alquran dan melanjutkan: "Selama bertahun-tahun tinggal di negara ini, saya mendapati bahwa masyarakat di negara ini jauh dari kekerasan dan kekasaran."

Dr. Khalid al-Walid, Deputi bidang pendidikan juga menyatakan harapan bahwa pengembangan STIFI Sadra di Indonesia akan berjalan lebih cepat.

Di akhir acara, semua staf saling berjabat tangan dan saling maaf memaafkan.

 

http://iqna.ir/fa/news/3824711

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda: